Rabu 28/12/2016, 17.41 WIB
Pertamina-Berita

Presiden Resmikan Tiga Proyek PLTP Pertamina

PT Pertamina (Persero) berhasil menyelesaikan tiga proyek infrastruktur pembangkit listrik tenaga panas bumi lebih cepat dari target.
Panas Bumi
Arief Kamaludin|KATADATA

MINAHASA - PT Pertamina (Persero) berhasil menyelesaikan tiga proyek infrastruktur pembangkit listrik tenaga panas bumi senilai US$532 juta atau sekitar Rp6,18 triliun, lebih cepat dari target. Peresmian pengoperasiannya dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

"Presiden Joko Widodo telah memimpin pelaksanaan ground breaking ketiga proyek PLTP tersebut di Kamojang 15 Juli 2015 lalu dan hari ini beliau memimpin langsung peresmian pengoperasian ketiganya,” ujar Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto di Minahasa, Sulawesi Utara, Selasa (27/12).

Proyek-proyek tersebut meliputi PLTP Lahendong unit 5 dan 6 berkapasitas 2x20 megawatt (MW) di Tompaso, Sulawesi Utara. Proyek senilai US$282 juta atau setara Rp3,3 triliun ini mulai dikerjakan sejak 5 Juli 2015 dengan target penyelesaian masing-masing Desember 2016 dan Juni 2017. Namun, pengerjaannya bisa dilakukan lebih cepat.

PLTP Lahendong unit 5 berhasil diselesaikan pada 15 September 2016 atau lebih cepat tiga bulan. Sedangkan unit 6 berhasil diselesaikan pada 9 Desember atau lebih cepat enam bulan. 

Kedua proyek yang menggunakan skema total project menambah kapasitas pembangkit di area Lahendong menjadi 120 MW. Ini sekaligus memperkuat sistem ketenagalistrikan di Minahasa, Sulawesi Utara yang bisa mencakup sekitar 240 ribu rumah tangga. Selama pelaksanaannya, proyek ini menyerap tenaga kerja lokal sekitar 1.800 orang dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai 42,7 persen.

Selain itu, ada proyek PLTP Ulubelu unit 3 dengan kapasitas 1x55 MW senilai US$250 juta atau setara Rp2,8 triliun. Proyek dengan skema total project ini mulai dikerjakan pada 5 Juli 2015 dengan target selesai Agustus 2016. Namun, berhasil masuk dalam sistem pada 26 Juli 2016 atau lebih cepat satu bulan. Proyek yang berlokasi di Tanggamus, Lampung ini menyerap tenaga kerja sekitar 3.000 orang dengan TKDN mencapai 50,9 persen.

Dwi mengungkapkan, Pertamina sebagai induk usaha mengapresiasi kerja Pertamina Geothermal Energy (PGE) yang berhasil mengerjakan proyek-proyek tersebut dengan lebih cepat. Pencapaian tersebut membantu upaya pemerintah dalam memperluas layanan listrik.

Diharapkan, proyek-proyek infrastruktur energi ini dapat memberikan efek berganda terhadap ekonomi masyarakat. Mulai dari teralirinya listrik, terbukanya lapangan kerja, tumbuhnya industri baru, sampai mendorong pemanfaatan energi bersih yang mampu mendorong penurunan emisi CO2.

Melalui PGE, Pertamina menargetkan penambahan kapasitas pembangkitan panas bumi sebesar 1.037 MW pada 2021. Selain ketiga proyek yang diresmikan hari ini, Pertamina juga memaparkan perkembangan proyek-proyek PLTP lain yang di ground breaking oleh Presiden pada 5 Juli 2015.

Proyek tersebut antara lain Karaha Unit 1 dengan kapasitas 1x55 MW yang sudah mencapai 91 persen atau akan selesai pada Mei 2017. Kemudian Lumut Balai Unit 1 dan 2 berkapasitas 2x55 MW yang mencapai 71 persen. Sementara proyek Hululais 1 berkapasitas 1x55 MW dan Kerinci Unit 1 kapasitas 1x55 MW masing-masing telah berjalan 67 persen dan 43 persen. Total dana yang dianggarkan Pertamina untuk proyek yang sedang berjalan sampai dengan 2020 sebesar total Rp26 triliun.

Microsite ini hasil kerja sama antara Katadata dan Pertamina