Kamis 16/2/2017, 15.55 WIB
Pertamina-Berita

Pertamina Mulai Bangun Fasilitas Penunjang Kilang Balongan

Fasilitas SPL dan SPM dibangun sebagai bagian dari upaya Pertamina dalam meningkatkan keandalan pasokan minyak mentah ke Kilang RU VI Balongan.
Kilang Balongan
Katadata

 

INDRAMAYU – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno melakukan groundbreaking pembangunan fasilitas submarine pipe line (SPL) dan single point mooring (SPM) di Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

"Saya appreciate Pertamina melakukan improvement terhadap kilang existing-nya, seperti halnya proyek SPL/SPM ini. Kami dukung upaya peningkatan kapasitas kilang nasional, baik melalui proyek RDMP mail-in NGRR,” ujar Jonan saat memberikan sambutan seperti dikutip dari situs Pertamina, Kamis (16/2).

Dalam acara tersebut, Rini dan Jonan didampingi oleh Pelaksana Tugas Direktur Utama Pertamina Yenni Andayani beserta jajaran manajemen.

Fasilitas SPL dan SPM sendiri dibangun sebagai bagian dari upaya Pertamina dalam meningkatkan keandalan pasokan minyak mentah ke Kilang RU VI Balongan. Dengan adanya fasilitas ini, efektivitas kegiatan loading/unloading diharapkan meningkat dan biaya transportasi minyak mentah dapat ditekan karena lay time kapal tanker menjadi lebih singkat. Selain itu, fasilitas SPL dan SPM ini juga mumpuni untuk mendukung kegiatan operasional yang ramah lingkungan. 

Proyek tersebut meliputi pekerjaan offshore yakni pembangunan SPL berdiameter 32 inci dengan panjang 15,2 kilometer dan pembangunan SPM berkapasitas 165 ribu dead weight tonnage (DWT). Sedangkan pekerjaan onshore antara lain meliputi pembangunan pipa bawah tanah berdiameter 32 inci dengan panjang 500 meter; pembangunan 1 unit tangki baru berkapasitas 22 ribu kiloliter; modifikasi tangki existing; serta pemasangan flushing dan pigging system.

Dalam pelaksanannya, Pertamina menetapkan sejumlah rekan kerja. Untuk paket pekerjaan engineering, procurement, construction, installation, comissioning (EPCIC) dikerjakan oleh konsorsium PT Rekayasa Industry (Rekind) – Intermoor; paket pekerjaan SPL dikerjakan oleh konsorsium JFE Japan – Marubeni Itochu – PT. Atamora Teknik Makmur; paket pekerjaan coating SPL oleh PT. Indal Steel Pipe; dan paket pekerjaan SPM dikerjakan oleh konsorsium ORWELL.

Pengerjaan proyek yang menyerap sekitar 600 tenaga kerja ini ditargetkan selesai dalam 23 bulan sejak penandatanganan kontrak pada 10 Oktober 2016. Investasi proyek ini mencapai Rp 1,79 triliun. 

"Kami telah melaksanakan seleksi yang ketat melalui proses pengadaan yang selalu berasaskan good corporate governance. Karena itu kami yakin telah mendapatkan partner-partner terbaik untuk mengerjakan proyek ini, dan kami optimis dapat menyelesaikannya tepat waktu dengan kualitas yang telah ditetapkan,” ujar Yenni.

Kilang RU VI Balongan menjadi salah satu kilang Pertamina yang akan dikembangkan melalui mega proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dengan nilai investasi US$ 1,2 miliar. Tahun ini RDMP Kilang RU VI Balongan memasuki tahapan basic engineering design (BED). Tahap ini diharapkan selesai pada 2020 dengan peningkatan kapasitas dari 125 ribu barel per hari (bph) menjadi 240 ribu bph.

Mega proyek RDMP dan pembangunan kilang baru (Grass Root Refinery) ditargetkan akan meningkatkan kapasitas kilang nasional menjadi 2 juta bph pada 2023. Selain Kilang RU VI Balongan, proyek RDMP dilakukan di Kilang RU IV Cilacap, Kilang RU V Balikpapan, dan Kilang RU II Dumai. Sedangkan NGRR ditetapkan di Tuban dan Bontang.

 

Microsite ini hasil kerja sama antara Katadata dan Pertamina