Jum'at 19/5/2017, 15.40 WIB
Rachmad Hardadi
Direktur Pengolahan Pertamina
Leader's Insight

Besarkan Semangat dan Berlari Lebih Kencang

Belum pernah terjadi membangun kilang hanya dalam 3 tahun, namun perlu disampaikan yang namanya tidak pernah belum berarti tidak bisa.
Pertamina
Donang Wahyu|KATADATA

Seperti yang kita ketahui bersama, harga crude oil menurun tajam. Inilah saatnya di Direktorat pengolahan kita me-refresh kembali infrastruktur sehingga pada saatnya nanti harga minyak kembali menggeliat naik maka infrastruktur kilang sudah siap dan sudah memenuhi Nelcon Complexity Index (NCI) tinggi.

Dengan semakin tinggi NCI, maka semakin memberi keyakinan kepada kita seluruh produk yang dihasilkan mempunyai yield valuable product yang semakin besar. Saat ini NCI infrastruktur kilang adalah sekitar 4,56. Jika infrastruktur selesai dibangun, maka NCI kita akan naik menjadi 9 keatas.

Berkaitan dengan hal tersebut, yang pertama dilakukan sekarang adalah menyelesaikan proyek yang sedang berjalan yaitu proyek PLBC di Cilacap. Insyaallah di akhir tahun 2018, Premium yang dihasilkan oleh RU IV Cilacap, seluruhnya akan dikonversi menjadi Pertamax. Dengan demikian, RU IV Cilacap mulai akhir 2018 tidak lagi memproduksi Premium.

Kedua, sudah diputuskan juga oleh korporat bahwa proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) RU V Balikpapan yang semula akan berpartner dengan strategic partner dari Jepang akhirnya diputuskan, proyek tersebut dijalankan sendiri, karena tidak tercapainya kesepakatan terhadap nilai project-nya.

Dalam menjalankan project ini, maka harus dijalankan dengan cepat sesuai dengan yang diinginkan. Diharapkan akhir tahun 2019 project ini harus sudah selesai. Untuk membangun tambahan infrastruktur kilang tersebut, diperlukan tambahan lahan. Untuk memenuhi hal tersebut, terpaksa komplek perumahan Parikesit, Dahor dan sekitarnya harus dibersihkan dan dipakai. Dua bulan ke depan komplek perumahan yang ada di depan kilang akan dibongkar. Di masa mendatang, pekerja RU V akan tinggal di apartemen yang akan dibangun di depan Hotel Blue sekarang. Selain untuk memudahkan koordinasi operasional, juga untuk menaikkan taraf kehidupan pekerja kilang RU V Balikpapan.

Kira-kira 1,5 tahun dari sekarang nanti akan berdiri apartemen 2 tower dengan total 2.000 unit. Di Balikpapan ada 20 komplek perumahan yang tersebar. Komplek perumahan tersebut secara cepat akan dikelola oleh Asset Manajemen dimana jumlahnya ribuan hektar yang letaknya ditengah kota Balikpapan. Sehingga nantinya mereka yang tinggal di komplek perumahan akan beralih ke apartemen.

Belum pernah terjadi membangun kilang hanya dalam 3 tahun, namun perlu disampaikan yang namanya tidak pernah belum berarti tidak bisa. Kita siap menjadikan itu real dan dan akan menjadi legacy. Sehingga suatu saat nanti kita bisa menunjukkan pada anak cucu bahwa kita memiliki kontribusi dalam pembangunan kilang tersebut.

Yang ketiga adalah adanya perintah Presiden untuk segera membangun Tuban sebagai kawasan industri Pertrokimia. Ini project yang sangat strategic. Kalau kita berdagang BBM untungnya X dan kalau kita berdagang petrochemical untungnya 10-60 X. Kami bertekad dan kami akan selesaikan di akhir tahun 2019.

Project keempat, yaitu RDMP Kilang RU IV Cilacap yang signing-nya sudah dilakukan pada 26 November 2015. Keuntungan project ini yaitu peningkatan kapasitas total Crude Distillate Unit (CDU) dari sekitar 345 ribu barel/ hari menjadi 370 ribu barrel/hari, kompleksitas kilang meningkat dari 3 menjadi 9 dan peningkatan hasil produksi dengna nilai tinggi dari semula sekitar 73 persen menjadi 96 persen.

Project kelima, yaitu pembangunan New Grass Root Refinery di Tuban. Selanjutnya project keenam segera menyusul Grass Root Bontang. Diluar 6 (enam) project ini akan ada lagi menyusul project RDMP Balongan dan RDMP Dumai.

Sejak TPPI beroperasi dan RFCC dioperasikan oleh Pertamina, impor Premium turun 38 persen, impor Solar turun sekitar 40% dan Kerosene yang tadinya setiap bulan berlimpah mulai Oktober 2015 tidak ada lagi dan kita convert ke Avtur sehingga impor Avtur turun sekitar 40%.

Sebelum RFCC dan TPPI Tuban kami operasikan, ada 400 ribu barrel hingga 600 ribu barrel setiap bulan nafta harus diekspor. Namun setelah RFCC dan TPPI kami operasikan, kami mendapatkan tambahan produk sehingga Nafta yang tadinya diekspor itu kami konversi menjadi Premium dan lain-lain. Sehingga mulai Oktober tidak ada lagi Nafta yang diekspor.

Utamakan HSE

Untuk membesarkan semangat, maka sudah saatnya bagi kita untuk mencetak laba sebesar-besarnya yang bisa kita berikan kontribusinya untuk operasi. Jadi saya dorong untuk seluruh entitas Direktorat Pengolahan untuk kilang-kilangnya dioperasikan dengan full operasi dan benar-benar dijaga tidak boleh ada fatality. Di setiap RU yang terjadi satu fatality, maka apapun namanya baik itu bonus, insentif, maka 1 RU itu tidak akan mendapatkannya.

Artinya jika ingin mendapatkan bonus, harus jaga dengan benar agar tidak terjadi fatality dan tidak ada alasan saling menyalahkan. Supaya tidak terjadi kecelakaan kerja, maka sebelum terjadi harus kembali diingatkan. Kami meyakinkan di BOD bahwa di Direktorat Pengolahan sudah kami terapkan dan sudah menjadi komitmen menjadi kontrak kinerja. Mudah-mudahan di tahun 2016 bisa kita kawal dengan sebaik-baiknya.

BUILD OUR LEGACY

Now is a time to build our legacy. Tidak boleh lagi kita bersantaisantai. Saya mulai dari diri saya, tidak akan pulang walaupun sudah lewat jam kantor jika masih ada dokumen yang belum selesai. Ini salah satu contohnya.

Kita harus hand on hand, seluruh direktorat pengolahan berkomitmen untuk memberikan dukungan yang kuat kepada direktorat pemasaran sebagai outlet untuk meng-capture bisnisnya juga mohon dukungan dari Direktorat SDM, kita makin ekspansi proses bisnisnya, semakin berlari kencang dan dukungan dari Direktorat Keuangan serta direktorat yang lain dan saya yakin seluruh BOD Pertamina solid dalam menghadapi suka dan duka.

Selamat bekerja…...

Microsite ini hasil kerja sama antara Katadata dan Pertamina